YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Saturday, December 22, 2012

Di balik cerita ada sahabat

Ini bukan lelucon dan ini bukan dongeng. Ini cerita aku (dan kamu).

Ketika aku mulai bangkit dari kesendirianku, aku menemukanmu dengan senyum menawan terpampang jelas di wajah kokohmu. Wajah yang sangat sulit ku ingat dan sama sekali tidak berbekas di hati. Tapi itulah yang membuatku penasaran dengan dirimu. Seiring berjalannya waktu, kamu pun semakin gampang ku ingat, semakin mudah untuk ku cari. Tetapi semakin sulit untuk kuraih.

Tangga demi tangga kunaiki ketika perjalanan semakin jauh, apa yang diharapkan semakin musnah, aku pun ingin mundur. Berusaha mundur teratur dengan tetap tersenyum untuk hari esok. Tetapi sahabatku memilih mendukungku dengan terus membantukku menaiki tangga, semakin curam, dan tidak ada ujungnya. Sahabatku tidak peduli, mereka menginginkanku bahagia dengan usaha keras terlebih dahulu. Dengan dorongan mereka aku pun maju kembali. Dengan semangat baru.

Meski mendapat dorongan dari sahabat tetapi rasa gugup dan air mata setiap malamnya ini membuatku lemah. Aku bukan seseorang yang gampang menangis dan menyerah. Tetapi ntah mengapa ini berbeda.

Berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan berlalu tidak ada perubahan, aku yang tidak berani mengambil langkah dan dia yang tidak peduli dengan adatidaknya aku. Lagi-lagi sahabatku mendukungku, mereka memberi sebuah tantangan. Lalu aku menerimanya, mencoba mencerna setiap malam di langit kamar.

Akhirnya aku mengerti. Kemauan.

Setiap kali kita memiliki kemauan yang kuat, di situ selalu ada jalan.

Jadi apa yang selanjutnya aku lakukan? Aku pun mulai mengikuti tantangan, memacu ardenalin di setiap langkah kaki ini. Menormalkan detak jantung yang sudah seperti mau lepas. Apakah aku berhasil? Tekad.

Dengan tekad dan keberanian semua kemauan akan berjalan dengan lancar. Sayangnya keberanianku di sini masih di uji, jika ini termasuk ujian mungkin aku akan mendapatkan C. Aku termasuk orang yang gampang panik apalagi jika menyangkut dirinya.

Tetapi aku berhasil. Dia tersenyum. Perubahan, mungkin setelah lamanya aku mencoba menaiki satu anak tangga aku baru berhasil menaikinya setelah 5 bulan aku mencoba. Hanya satu anak tangga. Lagi-lagi berkat bantuan sahabatku.

Akhirnya aku selalu bisa memandang wajahnya. Dalam foto.

Sahabatku yang mengambilkan fotonya, khusus untukku. Mereka rela malu hanya untuk sebuah foto. Bahkan beratus-ratus foto.

Semua di lakukan oleh sahabatku dengan senyuman dan canda di setiap harinya. Apa yang bisa ku balas atas semua usaha ini? Aku pun berusaha untuk menjadi kuat, mengikuti arah jalur ini. Aku berusaha tersenyum walau aku menangis. Perih. Ketika melihat foto-fotonya yang tersimpan rapi. Perih. Ketika dia tak kunjung menyadari semua kode yang telah aku berikan. Aku hanya bisa diam, menahan rasa sakit ini dengan canda dan senyum dari sahabatku.

No comments:

Post a Comment